Studi: Remaja Perokok Ganja Beresiko Lebih Tinggi Tingkatkan Depresi - Iwan RJ Official - Informasi Terbaru Indonesia
About Me
Iwanrj.com - Informasi Online dalam satu blog yang kami rangkum untuk anda pengunjung setia kami. Untuk seputar halaman bantuan silahkan klik Halaman Bantuan. Diharapkan untuk saling mematuhi Syarat dan Ketentuan Berlaku.
Navigation

Studi: Remaja Perokok Ganja Beresiko Lebih Tinggi Tingkatkan Depresi

Iwanrj.com - Studi: Remaja Perokok Ganja Beresiko Lebih Tinggi Tingkatkan Depresi. Tingkat ini diikuti dengan tingkat perkembangan prilaku pada seorang remaja yang candu menghisap rokok ganja. Ini adalah hasil dari pada penelitian para ahli.

Translate:Indonesia To English

Iwanrj.com - Studi: Remaja Perokok Ganja Beresiko Lebih Tinggi Tingkatkan Depresi. Tingkat ini diikuti juga dengan tingkat perkembangan prilaku pada seorang remaja yang candu menghisap rokok ganja. Ini adalah hasil dari pada penelitian para ahli.

pakar, ahli, kesehatan,news, informasi, remaja, perokok,ganja,beresiko tinggi, lebih, lebih tinggi, tingkat depresi, perokok ganja, depresi konsumsi ganja

pakar, ahli, kesehatan,news, informasi, remaja, perokok,ganja,beresiko tinggi, lebih, lebih tinggi, tingkat depresi, perokok ganja, depresi konsumsi ganja

pakar, ahli, kesehatan,news, informasi, remaja, perokok,ganja,beresiko tinggi, lebih, lebih tinggi, tingkat depresi, perokok ganja, depresi konsumsi ganja
Gambar: Ilustrasi rokok ganja; tribunnews.com

Iwanrj.com -  Tingkat perkembangan sifat dan emosional seseorang adalah pada tingkat remaja. Namun, apabila ada remaja yang mengkonsumsi rokok ganja maka dipastikan bahwa tingkat emosionalnya cenderung semakin tinggi pula sehingga tidak jarang mereka lebih mudah putus asa, mudah depresi bahkan memiliki ilusi yang dahsyat juga.

Diungkapkan, bahwa hubungan tidak ditemukan antara penggunaan ganja dan kecemasan di masa dewasa. Sementara pada risiko depresi sedang, para peneliti mengatakan penggunaan umum ganja di kalangan remaja membuat mereka menjadi butuh perhatian.

Di Inggris sendiri, sekitar 4% remaja berusia 11 hingga 15 tahun diperkirakan telah menggunakan obat dalam sebulan terakhir. Sedang dalam penelitian yang dilakukan peneliti pada hewan menunjukkan bahwa ada hubungan antara paparan cannabinoid, komponen aktif ganja, dan timbulnya gejala depresi di masa dewasa.

Diperkirakan juga bahwa ganja dapat mengubah perkembangan bagian otak remaja dan Profesor Cipriani mengatakan: "Meskipun ukuran efek negatif ganja dapat bervariasi di antara setiap remaja dan tidak mungkin untuk memprediksi risiko yang tepat untuk setiap remaja, penggunaan ganja yang meluas di kalangan generasi muda menjadikannya masalah untuk kesehatan masyarakat yang dianggap penting. Penggunaan teratur selama masa remaja juga dikaitkan dengan prestasi yang lebih rendah di sekolah, kecanduan psikosis dan penurunan neuropsikologis, peningkatan risiko kecelakaan kendaraan bermotor, serta masalah pernapasan yang berhubungan dengan merokok."

Pada Studi ini, oleh para peneliti di Universitas McGill dan Universitas Oxford, termasuk remaja yang telah menggunakan ganja sekalipun sudah berusia 18 dan pada hasil studi tidak membedakan antara frekuensi penggunaan.

sekian informasi singkat ini semoga bermanfaat!

/./
Share
Iwan RJ

Iwan RJ - Sebagai Pendiri dan Penulis di iwanrj.com. Mencintai segala bentuk aktivitas yang berbeda dari yang lain dan tetap berkarya demi pengetahuan bersama. Saya hanyalah seorang aktivis bagi rakyat biasa dan tidak terbuka untuk identitas pribadi. Mencintai perbedaan dan membenci desriminasi. Suka pada hal - hal aneh dan mengidolakan penemuan baru.

Post A Comment:

0 comments:

Harap Dibaca Syarat dan Ketentuan Sebelum Berkomentar.