https://www.iwanrj.com
Iwan RJ Official

Inilah Alasan Terjadinya Zaman Es

Inilah Alasan Terjadinya Zaman Es adalah artikel dari iwanrj.com yang berkaitan dengan informasi,news,berita,pakar,ahli dan penelitian. iwanrj.com official site.

ahli, berita, informasi, news, pakar, penelitian, terjadinya,zaman es, alasan terjadinya, informasi sains, zaman purba, iwanrj.com,

ahli, berita, informasi, news, pakar, penelitian, terjadinya,zaman es, alasan terjadinya, informasi sains, zaman purba, iwanrj.com,

ahli, berita, informasi, news, pakar, penelitian, terjadinya,zaman es, alasan terjadinya, informasi sains, zaman purba, iwanrj.com,
ahli, berita, informasi, news, pakar, penelitian, terjadinya,zaman es, alasan terjadinya, informasi sains, zaman purba, iwanrj.com,


Inilah Alasan Terjadinya Zaman Es
Gambar 1: Adanya tabrakan dan pergeseran pulau;

Iwanrj.com – Dikutip dari sumber informasi Universitas California – Berkeley, menjelaskan bahwa bumi ini pernah mengalami yang namanya zaman es dimana bukti dari penelitian ini sudah banyak dikumpulkan oleh para peneliti bahwa pendinginan pada bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas tektonik yang mendorong benua ke area busur pula vulkanik di daerah tropis dimana disini terjadi penyerapan karbondioksida yang sangat cepat lalu mendinginkan bumi. Ketika tabrakan berhenti, CO2 kembali membentuk letusan gunung berapi dan efek rumah kaca yang tak terkendali sehingga terjadilah pemanasan dalam temperatur tinggi dipermukaan bumi.

Inilah Alasan Terjadinya Zaman Es 2

Gambar diatas, Sekitar 445 juta tahun yang lalu, AS bagian Timur (paling kiri) berada di daerah tropis, tempat tabrakan busur-benua menciptakan Pegunungan Appalachian. Tabrakan itu mengangkat bebatuan yang menyerap karbon dioksida, menghasilkan zaman es yang berlangsung jutaan tahun.

Dalam sebuah penelitian yang muncul di jurnal Science edisi minggu ini menyimpulkan bahwa ketika busur vulkanik bertabrakan dengan benua di daerah tropis, terjadilah hal yang tidak dapat dihindari dari lempeng tektonik planet yang terus bergerak, memicu terjadinya pendinginan global yang menghasilkan iklim glasial dimana permukaan bumi ditutupi es secara global.

Tabrakan seperti itu juga terjadi sekarang karena bagian dari kepulauan Indonesia didorong ke atas kearah pegunungan di pinggiran utara Australia. Hasilnya adalah bahwa ada gunung yang mengandung batuan yang dikenal sebagai ophiolites yang memiliki kapasitas tinggi untuk menghilangkan karbon dari atmosfer. Selama periode waktu geologis, ada tindakan penyeimbangan antara CO2 yang dipancarkan dari gunung berapi dan CO2 yang diserap melalui adanya reaksi kimia dengan batuan. Batuan dengan kalsium dan magnesium yang berlimpah seperti ophiolites adalah yang paling efisien dalam menyerap CO2. Ketika unsur-unsur ini terbebas dari batu, unsur – unsur ini kemudian bergabung dengan CO2 dan mengalir ke laut lalu membentuk batu kapur. Proses pembentukan batu ini menyebabkan CO2 terkunci dan ikut membeku menjadi batu dan bertahan selama jutaan tahun.

“Bumi memiliki program penyerapan karbon yang sudah terjadi sejak lama” kata Nicholas Swanson-Hysell dari UC Berkeley yakni seorang asisten profesor ilmu bumi dan planet yang merancang penelitian dengan profesor Francis Macdonald dari Departemen Ilmu Bumi di UC Santa Barbara.
“Kita tahu bahwa proses-proses ini sangat berpengaruh untuk menjaga keseimbangan iklim Bumi namun penyebabkan terjadinya pergeseran antara iklim non-glasial dan glasial pada skala waktu jutaan tahun adalah teka-teki yang sudah lama ada.”

Peneliti ini juga mengungkapkan bahwa proses geologis penyerapan CO2 terbilang lambat dan tidak dapat diseimbangi dengan emisi CO2 besar-besaran dari industri, kendaraan, dan lain sebagainya yang ada dikehidupan kita sekarang ini. Padahal, penyerapan CO2 melalui proses geologis ini merupakan pengaruh utama untuk menjaga keseimbangan bumi kata Swanson-Hysell.

Pada tahun 2017, Swanson-Hysell dan Macdonald mengusulkan bahwa zaman es utama pada 445 juta tahun yang lalu dipicu oleh karena adanya tabrakan yang serupa dengan yang terjadi hari ini di Indonesia. Tabrakan itu terjadi selama fase pertama pembangunan gunung Appalachian, ketika AS timur saat ini terletak di daerah tropis. Di daerah tropis yang hangat dan basah, reaksi pelapukan yang akhirnya menyerap karbon bahkan lebih efisien yang menghasilkan lebih sedikit CO2 di atmosfer dan planet yang lebih dingin selama jutaan tahun. Karya peneliti UC ini kemudian dibuat di atas proposal serupa oleh Macdonald dan Oliver Jagoutz dari MIT bahwa proses tersebut adalah proses terjadinya pendinginan selama 90 juta tahun terakhir.

Studi baru memperkuat hubungan antara tabrakan tropis dan iklim global dan penelitian ini dilakukan oleh Swanson-Hysell, Macdonald dan Jagoutz, bersama dengan mahasiswa pascasarjana UC Berkeley Yuem Park dan Lorraine Lisiecki dari UC Santa Barbara.

🔥4
hosting murah meriah 2019 iwanrj.com

Leave A Reply

Your email address will not be published.