https://www.iwanrj.com
Iwan RJ Official

Resiko Mencukur Rambut Vagina yang Harus Kamu Tahu

Tidak semua perempuan nyaman dengan adanya rambut kemaluan, malahan kebanyakkan perempuan risih dengan adanya rambut tersebut sehingga mereka bersikeras menghilangkan rambut tersbeut. Entah dengan cara mencukur atau waxing semuanya sama-sama menghasilkan dampak bagi kesehatan.
Kebanyakkan perempuan risih dan kurang percaya diri dengan adanya rabut tersbeut, terutama saat berhubungan intim. Jalan pintaslah yang mereka ambil dengan cara mencukurnya. Tak serta merta memperindah, rupanya dampak yang ditimbulkan dari mencukur rambut kemaluan ini bersifat buruk.
Seorang konsultan ginekolog dari Royal College of Gynecologist and Obstetrician, Dr. Vanessa Mackar mengungkap bahwa rambut kemaluan wanita yang tumbu disekitarnya memiliki tugas penting untuk menjaga kesehatan kemaluan wanita.
Mackar menyebutkan bahwa rambut kemaluan tersebut merupakan tameng alami untuk menjaga kebersihan, mengurangi kontak dengan virus, serta melindungi kulit tipis pada vulva vagina.
Setiap perempuan memiliki karakteristik kulit vagina yang berbeda-beda. Ada yang cukup kuat saat dicukur rambutnya, ada juga yang sensitif. Yang perlu diwaspadai adalah pada kulit yang sensitif.
Pasalnya, rambut vagina yang kulitnya tipis akan menghasilkan sensasi terbakar dan tersayat ketika dicukur. Sehingga wajar saja saat dicukur kulitnya malah berdarah. Inilah yang berbahaya dari kegiatan mencukur rambut kemlauan.
Pada beberapa kasus, mencukur rambut kemaluan membuatnya terasa gatal. Menggaruknya bukanlah pilihan yang tepat, karena saat gatal tersebut adalah pertanda bahwa terjadi infeksi pada kulit kemaluan, sehingga menggaruknya justru akan memperparah keadaan.
Perempuan yang rutin mencukur rambut kemaluannya juga dinilai memiliki resiko terkena infeksi bakteri yang lebih tinggi. Pertama, pisau cukur yang digunakan belum tentu bersih dan steril. Kedua, vagina yang tidak memiliki rambut kemaluan akan lebih cepat terserang penyakit menular seksual, bagi perempuan yang melakukan hubungan intim.
Timbulnya ruam dan benjolan sangat wajar terjadi ketika rambut kemaluan dicukur, dan itulah pertanda bahwa kulit tidak merespon baik dengan adanya sayatan cukur tersebut. mackar menjelaskan bahwa perempuan yang mencukur kemaluannya juga beresiko terkena iritasi dan membuat folikel rambut yang akan tumbuh terinfeksi.
Ia juga menyatakan bahwa vagina yang tidak memiliki rambut akan lebih sering terpapar dalam keadaan lembap, yangmana hal ini akan meningkatkan pula resiko berkembangnya bakteri patogen yang tentunya dapat mendatangkan penyakit.

🔥4
hosting murah meriah 2019 iwanrj.com

Leave A Reply

Your email address will not be published.