Tagar #INAelectionobserverSOS Adalah Tagar Yang Tidak Bisa Menerima Kekalahan - Iwan RJ Official

Tagar #INAelectionobserverSOS Adalah Tagar Yang Tidak Bisa Menerima Kekalahan

Tagar #INAelectionobserverSOS Adalah Tagar Yang Tidak Bisa Menerima Kekalahan adalah artikel dari iwanrj.com yang berkaitan dengan informasi, berita, news, indonesia.

tagar, INAelectionobserverSOS, informasi, berita, news, indonesia,

tagar, INAelectionobserverSOS, informasi, berita, news, indonesia,

tagar, INAelectionobserverSOS, informasi, berita, news, indonesia,
tagar, INAelectionobserverSOS, informasi, berita, news, indonesia,
Tagar #INAelectionobserverSOS Adalah Tagar Yang Tidak Bisa Menerima Kekalahan
Gambar: Proses Pemilu Pilpres;

Iwanrj.com – Saat Dilakukannnya pilpres di Indonesia Beberapa Waktu Lalu, Terdapat banyak Kemenangan dan Kekalahan yang jauh dari antara kedua paslon. Namun, Seiring kekalahan telah salah satu paslon mengklaim bahwa Server Komisi Pemilihan Umum (KPU) Diklaim bocor oleh beberapa orang dan banyak isue beredar bahwa kebocoran ini ditunggangi oleh adanya peretas bayaran dari luar negeri ke indonesia.

Namun, dibalik semua ini tidak ada pemerintah menanggapi hal itu bahkan isue seperti itu adalah isue yang tidak bisa dijadikan akurat sebab tidak ada bukti yang didapat.

Tagar #INAelectionobserverSOS ini mulai dibesar – besarkan oleh beberapa orang yang mendukung kandidatnya yang kalah dalam pilpres dan mengajak banyak pengguna lain untuk mengkampanyekan tagar ini dimedia sosial dengan alasan agar peretas luar negeri ikut dalam mengambil bagian untuk mengamankan server KPU. Maaf, disini banyak hal yang tidak lazim menurut kami sebagai penulis bahwa Indonesia mengandalkan keamanan hacker melindungi kebocoran?
Jika pun ada hacker yang berhasil menjebol server KPU dengan dalih untuk mengamankan maka mustahil sebab tiap hacker tidak semua berniat baik untuk melindungi bahkan ada juga hacker black hat dan white hat.

Sekelompok orang – orang yang mengkampanyekan tagar ini merupakan sekelompok orang yang pendukung kandidat yang kalah dan tidak siap untuk menerima kekalahan tersebut dengan menyebarkan informasi yang lebih buruk dan ini mengalir ke hal yang lebih diyakini lebih konsisten setelah adanya kekalahan dandidatnya.

Jadi, Jika kamu adalah pengguna sosial media, tidak tahu apa kegunaan tagar tersebut lebih baik untuk tidak ikut mengkampanyekannya sebab banyak orang lain menyatakan dalam cuitannya bahwa itu adalah suatu kebodohan yang diciptakan untuk publik yang didasarkan pada ketidakterimaan kekalahan dari kandidatnya seusai Pilpres berlangsung.

Bijaklah menggunakan sosial media. Salam!

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya